HARI PAHLAWAN VERSI VENUS

Badannya tidak besar, tapi suaranya menggelegar. Meski didera sakit paru-paru, dia tak berhenti bergerilya melawan Belanda. Bukan materi yang dikejar, apalagi gaji besar. Dia ikhlas tak dibayar demi kemerdekaan. Itulah Pangliman Jenderal Soedirman, yang terkenal dengan semboyan ‘isy kariman aumut syahidan (hidup mulia atau mati syahid). Semangat juang Jenderal Soedirman dalam mengusir penjajah ini, Kamis (10/11) kemarin, ditampilkan kembali oleh ratusan siswa-siswi SMP Muhammadiyah 17 Plus Surabaya dalam teatrikal perjuangan bertajuk ‘Soerabaja Membara’. Takbir pun menggema di pelataran SMPM 17 Surabaya. Pasukan Belanda yang dilengkapi dengan senjata otomatis, berhasil dipukul mundur gerilyawan Jenderal Soedirman.

“Pada tanggal 10 November, kita selalu mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan jiwa, raga serta harta demi kemerdekaan. Semangat juang ini harus terpatri dalam diri kita sebagai penerus dan pengisi kemerdekaan,” demikian disampaikan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 17 Plus Surabaya, M Azam Nuri kepada peserta upacara.

Turut hadir dalam upacara kemarin adalah Sujarno dan Sudjono. Keduanya anggota veteran sekaligus warga Wiyung yang menjadi saksi hidup kekejaman penjajah. Sujarno maupun Sudjono mengaku bangga melihat tekad siswa-siswi SMPM 17 dalam meneladani semangat juang para pahlawan.

Hal yang sama disampaikan ustadzah Lisyi’, Humas SMPM 17. “Paling tidak, melalui aksi teatrikal perjuangan ini, kita bisa menggugah rasa nasionalisme pelajar yang belakangan mulai luntur,” katanya.

Apalagi, menurut M Azam Nuri, bagi siswa-siswi SMPM 17 Surabaya, adalah wajib mengetahui sekaligus meneladani para pejuang. Selain angkat senjata, Jenderal Soedirman juga dikenal sebagai organisator ulung. Ia telah menjadi motivator di organisasi Pramuka Hizbul Wathan, setelah itu menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah Cilacap.

“Nah, ini yang harus kita teruskan. Kalau dulu pejuang angkat senjata, usir penjajah. Sekarang kita berjuang untuk memberantas kebodohan dan kemiskinan,” tegas Azam.

Sesuai dengan semangat Organisasi Muhammadiyah, maka, SMPM 17 Surabaya, lanjut Azam, harus mampu mengantarkan anak didik menjadi bangsa yang handal, bukan hanya dalam masalah akhirat tetapi juga masalah dunia. Itulah sebabnya, fasilitas belajar di sekolah ini terbilang lengkap. Selain ruangan ber-AC, juga dilengkapi laboratorium sain, alam, multimedia, komputer dan internet. Ada 16 kegiatan ekstrakurikulernya di antaranya jurnalisitik pelajar.

“Acara hari ini langsung diproses menjadi film dokumenter. Anak-anak sudah terbiasa dengan teknologi modern, karena sekolah ini berbasis bilingual dan multimedia. Ini penting untuk menjawab tantangan ke depan,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *