“KARYA MEMBUAT KENTONGAN”

Kriya atau Handy craft adalah kegiatan seni yang menitik-beratkan kepada keterampilan tangan dan fungsi untuk mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan menjadi benda-benda yang tidak hanya bernilai pakai, tetapi juga bernilai estetis.

Kriya bisa “meminjam” banyak pengetahuan dalam seni rupa murni seperti cara mematung atau mengukir untuk menghasilkan produk, namun tetap dengan tidak terlalu berkonsentrasi kepada kepuasan emosi seperti lazim terjadi misalnya pada karya lukis dan patung. Kriya juga lebih sering mengikuti tradisi daripada penemuan yang sering ditemukan secara individu oleh seorang perupa. Kriya bisa berbentuk karya dari tanah, batu, kain, logam ataupun kayu.

Kentongan merupakan salah satu alat komunikasi tradisional yang telah lama digunakan oleh masyarakat.Kentongan pada saat ini sudah jarang digunakan oleh masyarakat, bahkan di pedesaan pun sudah jarang menggunakan kentongan sebagai alat komunikasi.

Kentongan sebagai alat komunikasi, mungkin ada bendanya (kentongan), tapi tidak digunakan sebagai alat komunikasi, hanya digunakan sebagai hiasan atau aksesoris interior ruangan atau diluar ruangan.

Tiga hari ini, mulai senen kemarin siswa siswi smp muhammadiyah 17 plus membuat sendiri kentongan yang sangat kreatif ini bersama ustad zia, mereka berusaha mengangkat kembali alat tradisi lokal agar tetap lestari meski digilas perkembangan zaman yang serba berteknologi.

Kentongan tersebut langsung dibuat hand made dr tangan anak2 sndiri, nampak seperti itu hasilnya, menarik warnanya dan artistic. Dan nantinya akan dilanjutkan pemilihan kelompok percussion nya..

Dari serangkain itu juga untuk persiapan pawai milad muhammadiyah ke 107 siswa-siswi smpm17 akan perform dengan “kentongan percussion”, Ide ini lahir dari ustad zia selaku kaur kesiswaan, “disekitar rumah banyak pohon bambu petung, hal ini eman kalo tidak dimanfaatkan” tungkas beliau.

Seni kriya/handy craft ini nanti nya juga dibuat untuk menyuguhkan kegiatan hiburan dalam pawai akbar milad muhammadiyah yg ke 107 yang diadakan di UMS surabaya. Dan dibentuk grup “venus kentongan percussion”, kendati terbatas bahan baku bambu tapi semua siswa dan ustad zia berhasil mendapat bahan baku tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *