Spemjitu memperkenalkan berbagai program unggulan, mulai dari kelas Tanfidz hingga pembinaan akademik dan karakter. (Purwanto/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Momentum tahunan JITU Festival (J-FEST) 2026 yang digelar Sabtu (24/12026) tidak hanya menjadi ajang adu prestasi bagi puluhan siswa SD se-Jawa Timur. Secara paralel, SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (Spemjitu) memanfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi dan melakukan sosialisasi mendalam kepada para orang tua serta pendamping peserta, memperkenalkan program-program unggulan yang menjadi pondasi sekolah berjargon Cerdas, Religius, Berkarakter ini.

Acara sosialisasi yang digelar di Ruang Akreditasi Gedung II Spemjitu tersebut menjadi momen strategis bagi pihak sekolah untuk membangun jejaring langsung dengan keluarga calon peserta didik, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pendidikan menyeluruh.

Ketua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Spemjitu Daniar Wahyu Prihantoro SPd menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan sekolah untuk memperkenalkan identitas dan kualitas pendidikan yang ditawarkan.

“J-FEST bagi kami lebih dari sekadar pesta kompetisi. Ini adalah platform pertemuan yang sangat berharga, di mana kami dapat berdialog langsung dengan orang tua dan calon mitra terbaik kami, yaitu siswa-siswi berpotensi,” jelas Daniar.

Melalui momen seperti ini, dia ingin menyampaikan bahwa Spemjitu hadir tidak hanya untuk mencetak nilai akademis yang tinggi, tetapi untuk membangun fondasi karakter dan keimanan yang kokoh.

“Kami percaya, ketika orang tua melihat langsung aktivitas, fasilitas, dan atmosfer belajar di sini, mereka akan memahami bahwa Cerdas, Religius, Berkarakter bukan sekadar slogan, melainkan DNA yang hidup dalam setiap kegiatan kami,” tuturnya.

Sosialisasi ini secara khusus memaparkan fasilitas penunjang, model pembelajaran inovatif, dan lingkungan belajar yang kondusif di Spemjitu. Langkah ini dinilai efektif sebagai bagian dari strategi seleksi penerimaan murid baru (SPMB), dengan membangun kepercayaan dan pemahaman sejak dini.

Komitmen Spemjitu dalam memperkenalkan diri tidak berhenti di dalam sekolah saja. Daniar menegaskan bahwa pihaknya secara proaktif melakukan berbagai pendekatan.

“Branding sebuah institusi pendidikan dibangun dari konsistensi nilai dan bukti nyata. Oleh karena itu, kami tidak menunggu. Kami menjemput bola dengan melakukan roadshow ke berbagai sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, seperti yang baru-baru ini kami lakukan di MI Bahrul Ulum dan SDN Jajartunggal III Surabaya,” paparnya.

Selain itu, partisipasi aktif dalam event seperti wisuda tahfidz bersama sekolah Muhammadiyah se-Kota Surabaya juga dimaksimalkan untuk menunjukkan solidaritas dan kualitas output pendidikan.

“Semua ini adalah upaya terintegrasi untuk menunjukkan bahwa Spemjitu adalah pilihan utama bagi keluarga yang menginginkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembentukan akhlak mulia,” katanya.

Dalam pemaparannya, Spemjitu memperkenalkan sejumlah program inti yang dirancang untuk mewujudkan visi pendidikannya, sekaligus menjadi daya tarik utama bagi orang tua.

Salah satu kelas Tanfidz, program ini menargetkan hafalan Al-Qur’an hingga 4 juz selama masa studi, dengan dukungan pembimbing khusus. Keberhasilan program ini dibuktikan dengan partisipasi aktif siswa dalam wisuda tahfidz yang digelar Forum Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (FOSKAM) Surabaya.

Program unggulan lainnya antara lain: One Day Boarding School, Muhadhoroh, Bilingual Camp, Kelas Pendampingan Olimpiade, Kelas Pendampingan ANBK serta TKA, dan masih cukup banyak program unggulan lainnya.

Sosialisasi juga menekankan pada lima kualitas utama yang diharapkan kepada setiap lulusan Spemjitu, antara lain: Keislaman, Kebangsaan, Akademik–Non-Akademik, Kebahasaan, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Dengan memadukan kompetisi seperti J-FEST, sosialisasi langsung, dan roadshow ke sekolah dasar, Spemjitu menunjukkan strategi komunikasi yang komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya menjaring calon siswa berbakat tetapi juga memastikan adanya keselarasan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi mendatang.

(Purwanto/AS)